Assalamu'alaikum Wr. Wb.
الحمدلله رب العالمين وبه نستعين علي امورالدنيا والدين
أَشْهَدُ أَنْ لَا اله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ (امابعد)
Kita telah memasuki bulan Sya'ban. Bulan yang memiliki banyak keutamaan untuk beribadah kepada Allah Swt. Di antara malam-malam bulan Sy'aban, ada satu malam yang menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat, yaitu tentang Malam Nishfu Sya'ban. Ada yang berpendapat bahwa mengkhususkan beribadah pada malam itu (seperti yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya, shalat dan dzikir tertentu) merupakan Bid'ah karena tidak pernah dilakukan oleh Rasul. Tetapi pihak lain, ada pula yang mensunnahkan amalan tersebut.
Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut di atas, maka yang menjadi pertimbangan bukanlah kesepakatan golongan atau kelompok tertentu, tetapi hujjah yang dilandasi oleh dalil-dalil yang kuat. Dengan demikian, jika kedua belah pihak memiliki pendapat yang berbeda tetapi sama-sama memiliki dalil yang kuat, maka yang harus dikedepankan adalah sikap toleransi dan saling menghargai.
Untuk meyakinkan dan menghilangkan perasaan was-was bagi para pecinta dan pengamal amalan malam nishfu Sya'ban, maka saya sajikan artikel dari Buya Yahya yang berjudul Hujjah Ilmiah Amalan di Bulan Syaban. Untuk membuka artikel tersebut silahkan buka link berikut :
http://buyayahya.org/wp-content/uploads/2018/04/Hujjah-Ilmiah-Amalan-di-Bulan-Syaban.pdfWassalamu'alaikum Wr. Wb.
No comments:
Post a Comment